Sabtu, 25 Juni 2016

TurBin


Halloo salam cemal cemil..


Alhamdulillah dapat waktu untuk nulis. Ada yang tau nama makanan ini? Ini adalah makanan yang terbuat dari ketan yang dikukus di campur dengan kelapa dan gudhe ( sejenis kacang kacangan) atau kacang tholo. Mbah edok saya (simbah)sering banget bikin makanan ini. Trus makannya sama tempe goreng ato bacem tempe. Aduuhh mantap deh. Teh panasnya ngikut untuk di sruput. 

Ada yang tau?? Ayolah masa ga tau? Katanya orang jawa? Hehe yap mungkin beberapa dari kamu tau dan pernah mendengr nama turuk bitol. Ya ini bentuknya. Jauh dari hal yang erotis ataupun saru. La wong rasanya enak dan gurih kok. Pertama kali saya denger namanya ga ngeh kalo ternyata namanya adalah turk bintol anggapan saya maaf turuk adalah kelamin dan bintol adalah bentol. Duh nih nama kok vulgar ya?? Pikir saya. Tapi hempas jauh pikiran anda, ternyata artinya jauh dari vulgar, saru ataupun erotis. Toh ini makanan yang sudah turun temurun di wariskan oleh leluhur kita dan kita bersyukur nenek moyang kita yang menciptakan makanan seenak ini dan segurih ini. Berarti nenek moyang jaman dulu kreativ dong ya udah bisa bikin nama yang bikin orang penasaran. Bisa jadi ini adalah trik marketing nenek moyang kita. Hahahah

Yuk mari kita tanya di mbag gugel sebenernya dari mana asal usul si turuk bintol ini.dari wikipedia di sebutkan, turuk bintol merupakan makanan khas dari desa pendosawalan, kecamatan kalinyamatan, kabupaten jepara. Turuk bintol bahan utamanya terdiri dari ketan yang di campur dengan kacang tolo, yang proses memasaknya dengan cara dikukus.nah secara etimologi

Nama turuk bintol berasal dari kata torok bintol, "torok" yang artinya taruh atau menaruh. Seperti ungkapan torok nyawa yang artinya bertaruh nyawa. Sedangkan "bintol" artinya bentol. Dinamakan turuk bintol karena ketan yang dimasak di taruh atau diberi campuran kacang tolo yang sehingga bentuk ketan seperti kena bentol-bentol. Nah udah dapet pencerahan kan sekarang?
Well jika orang bertanya kenapa saya mengangkat tema tulisan ini. Karena saya mau mengenalkan kembali makanan tradisional yang memang masih exis di sekitar kita. Rasanya enak kok mirip kayak jadah ketan cuma dapet gurihnya si kacang, dan mari kita sebagai orang jawa, yuk mari kita lestarikan makanan tradisional kita. Meskipun nama makanan ini orang bilang saru atau apalah, saya tidak setuju jika manaya di ganti menjadi lebih halus atau lebih keren untuk bahasa saat ini. Nama ini kan warisan, ya di jaga dong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar