Halloo salam cemal cemil..
Alhamdulillah
dapat waktu untuk nulis. Ada yang tau nama makanan ini? Ini adalah makanan yang
terbuat dari ketan yang dikukus di campur dengan kelapa dan gudhe ( sejenis
kacang kacangan) atau kacang tholo. Mbah edok saya (simbah)sering banget bikin
makanan ini. Trus makannya sama tempe goreng ato bacem tempe. Aduuhh mantap
deh. Teh panasnya ngikut untuk di sruput.
Ada
yang tau?? Ayolah masa ga tau? Katanya orang jawa? Hehe yap mungkin beberapa
dari kamu tau dan pernah mendengr nama turuk bitol. Ya ini bentuknya. Jauh dari
hal yang erotis ataupun saru. La wong rasanya enak dan gurih kok. Pertama kali
saya denger namanya ga ngeh kalo ternyata namanya adalah turk bintol anggapan
saya maaf turuk adalah kelamin dan bintol adalah bentol. Duh nih nama kok
vulgar ya?? Pikir saya. Tapi hempas jauh pikiran anda, ternyata artinya jauh
dari vulgar, saru ataupun erotis. Toh ini makanan yang sudah turun temurun di
wariskan oleh leluhur kita dan kita bersyukur nenek moyang kita yang
menciptakan makanan seenak ini dan segurih ini. Berarti nenek moyang jaman dulu
kreativ dong ya udah bisa bikin nama yang bikin orang penasaran. Bisa jadi ini
adalah trik marketing nenek moyang kita. Hahahah
Yuk mari kita tanya di mbag gugel sebenernya dari mana asal usul si turuk bintol ini.dari wikipedia di sebutkan, turuk bintol merupakan makanan khas dari desa pendosawalan, kecamatan kalinyamatan, kabupaten jepara. Turuk bintol bahan utamanya terdiri dari ketan yang di campur dengan kacang tolo, yang proses memasaknya dengan cara dikukus.nah secara etimologi
Nama turuk bintol berasal dari
kata torok bintol, "torok" yang artinya taruh atau menaruh. Seperti
ungkapan torok nyawa yang artinya bertaruh nyawa. Sedangkan "bintol"
artinya bentol. Dinamakan turuk bintol karena ketan yang dimasak di taruh atau
diberi campuran kacang tolo yang sehingga bentuk ketan seperti kena
bentol-bentol. Nah udah dapet pencerahan kan sekarang?
Well jika orang
bertanya kenapa saya mengangkat tema tulisan ini. Karena saya mau mengenalkan
kembali makanan tradisional yang memang masih exis di sekitar kita. Rasanya enak
kok mirip kayak jadah ketan cuma dapet gurihnya si kacang, dan mari kita
sebagai orang jawa, yuk mari kita lestarikan makanan tradisional kita. Meskipun
nama makanan ini orang bilang saru atau apalah, saya tidak setuju jika manaya
di ganti menjadi lebih halus atau lebih keren untuk bahasa saat ini. Nama ini
kan warisan, ya di jaga dong.


